keprihatinan ku:-[ trilogi mak iyum

pada hari minggu 18-01-2009 datang seorang nenek kira” berusia 65-70 tahun dengan membawa payung..1 tas besar berisi dagangan baju dan satu gendongan baju yang di punglu ( di bawa di pinggangnya)kira” 5-7 kg beratnya..dapat di bayangkan betapa sebuah usaha yang berat membawa beban seberat itu seharian hanya oleh tenaga nenek”!!:-( nama nenek itu IYUM..beliau cerita bahwa dulu beliau adalah pengasuh kakak ku yang pertama..beliau juga cerita banyak tentang betapa beliau kenal dan dekat dengan keluarga ku selama ini. nek iyum itu bercerita bahwa ia tidak punya anak..hidup dengan sebatang kara di rumah gubug yang seadanya tanpa penerangan yang layak..tidak ada listrik.tak ada air pam..tak ada fasilitas MCK yang memadai…aku pun brtanya…”nek kenapa tidak minta sambungan listrik aja ke tetangga??” ku bilang….dengan nada sedih tanpa pengharapan nek iyum berkata “jang..ema bisa bayar darimana kanggo bayar listriknya??icalan baju oge emak mah paling oge kenging 5rbu-10ru sadinten..da iyeumah dagang amanat..upami payu bae nya syukurr..upami teu pajeng nya di pasihkeun deui kanu gaduhna..ema teh kedah namah istirahat ..tos cape..tapi da kumaha..upami teu dagang..nya ema moal tuang..subhanallah…berat!sedih..dan tak bisa kubayangkan betapa berat keseharian hidup mak iyum… pertama kali ku dengar cerita mak iyum.aku alih kan pembicaraanku dulu karena jujur aku merasa pengen nangis ..aku alihkan saja bagaiman mak iyum bisa terus hidup selama ini..semakin aku dengar semakin aku tak kuasa menahan buliran air mata ini keluar…sebentar mak..emak hoyong emuh naon..kataku sambil memaksakan senyum..eehh teu kedah ujang..emak atos tuang huduk(nasi timbel dengan hanya 1-2 centong nasi dan lauk pauk seadanaya ) sabungkus sareng teh.aku pakasakan saja..wios atuh mak emak hoyong naon??kopi..teh manies atanapi cai herang wae semabar .aku masuk ke kamar sebentar untuk bisa sekedar menyeka air mata ku yang hampir keluar…sambil membuat kopi ku berdoa dalam hati..ya allah betapa berat hdup mak iyum ini..mudahkanlah rezekinya mudahkanlah urusannya..kuatkanlah hatinya..tabahkanlah langkahnya ya allah …:-( aku pun buatkan kopi panas karena cuaca di luar kembali mendung dan air putih juga beberapa makanan ringan…(bersambung)

Published in: on Januari 19, 2009 at 10:02 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://faziel.wordpress.com/2009/01/19/keprihatinan-ku-trilogi-mak-iyum/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: